Korelasi Kanonik

Analisis korelasi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua buah variabel, namun kenyataannya kita lebih sering ingin mengetahui bagaimana hubungan antara sekumpulan variabel dengan sekumpulan variabel lainnya, misal kita ingin mengetahui hubungan antara dua set variabel berikut:
– set variabel bakat and set variabel achievement,
– set variabel kepribadian and set variabel yang mengukur kemampuan,
– set variabel penyusun indeks harga set variabel penyusun indeks produksi,
– set variabel ekologis dan a set of environmental variables,
Oleh karena itu, kita tidak bisa menggunakan analisis korelasi untuk mengukurnya, namun dalam kasus ini kita bisa menggunakan analisis korelasi kanonik. Analisis korelasi kanonik adalah suatu alat statistik untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi hubungan antara dua jenis kelompok (set) variabel. Analisis korelasi kanonik fokus kepada korelasi antara kombinasi linier variabel-variabel di suatu kelompok dengan kombinasi linier variabel-variabel pada satu kelompok lainnya. Continue reading “Korelasi Kanonik”

Advertisements

Relaunching Blog Statistika Komputasi

Tak terasa lebih dari 3 tahun tidak aktif membuat artikel baru di blog ini karena kesibukan pekerjaan. Seiring dengan perubahan posisi pekerjaan saya sekarang yang justru berada di dunia akademis, maka dengan ini insya Allah saya akan kembali aktif menulis artikel di blog ini.

Sebelumnya saya mohon maaf kepada yang selama ini telah bertanya dan memberikan komentar di blog ini dan selama ini tidak saya balas. Dan akhir kata saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda ke blog ini.


PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION

Partial least square (PLS) adalah suatu tekhnik statistik multivariat yang bisa menangani banyak variabel respon dan variabel eksplanatori sekaligus. PLS merupakan alternatif yang baik untuk metode analisis regresi berganda dan regresi komponen utama karena metode PLS bersifat lebih robust, artinya parameter model tidak banyak berubah ketika sampel baru diambil dari total populasi (Geladi dan Kowalski, 1986).

PLS pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an oleh Herman O. A. Wold dalam bidang ekonometrik. PLS merupakan suatu tekhnik prediktif yang bisa menangani banyak variabel independen, bahkan sekalipun terjadi multikolinieritas diantara variabel-variabel tersebut (Ramzan dan Khan, 2010). Continue reading “PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION”

Komputer Masa Depan: Bio-Inspired Computer Networks Self-Organise and Learn

Ubidule
ScienceDaily (15 April 2010) – Komputer yang powerfull terdiri dari modul-modul yang terpisah secara fisik, Self-organising networks, dan komputasi yang terinspirasi oleh sistem biologi merupakan tiga topik penelitian paling menarik dalam satu proyek Eropa.

Peneliti Eropa telah mengembangkan platform komputasi yang inovatif. Jantung dari sistem ini adalah sejumlah modul kecil, masing-masing terbuat dari chip dengan kemampuan untuk belajar sendiri. Sebuah jaringan nirkabel dengan kemampuan self-configuring menghubungkan modul-modul tersebut, yang memungkinkan mereka untuk beroperasi sebagai sebuah kelompok yang koheren. Continue reading “Komputer Masa Depan: Bio-Inspired Computer Networks Self-Organise and Learn”

Mengenal Evolutionary Computation: Komputasi yang Meniru Evolusi Alam

Pengenalan dan Sejarah Singkat

    Evolutionary computation merupakan suatu wilayah ilmu komputer yang menggunakan pola pikir dari konsep dan prinsip dasar dari evolusi alam, yaitu prinsip seleksi alam Darwinisme, sebagai inspirasi dalam perancangan metode komputasi. Dalam proses seleksi alam, siap yang kuat (yang bisa beradaptasi) dialah yang bisa bertahan. Ternyata ide ini telah berkembang sejak tahun 1940an, jauh sebelum periode dimana komputer berkembang pesat. Continue reading “Mengenal Evolutionary Computation: Komputasi yang Meniru Evolusi Alam”

    Seri Belajar R [2]: GUI R-commander dan Manajemen Direktori Kerja

    GUI R-commander

    Awalnya R merupakan suatu program yang berbasis command line, sehingga kita harus mengetikkan baris perintah pada command editor, sehingga sangat sulit bagi user yang belum terbiasa. Untungnya, pada saat ini telah tersedia beberapa GUI sederhana untuk keperluan beberapa analisis statistika tertentu, khususnya yang berkaitan dengan manajemen data di R. Library R‐commander yang terdiri dari Rcmdr, RcmdrPlugin.TechingDemos, RcmdrPlugin.epack, RcmdrPlugin.HH, dan RcmdrPlugin.FactoMineR, merupakan library tambahan dari R untuk memfasilitasi GUI yang dapat digunakan untuk berbagai analisis statistika dasar. Continue reading “Seri Belajar R [2]: GUI R-commander dan Manajemen Direktori Kerja”

    Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik (Artificial Neural Networks Backpropagation)

    JST propagasi balik adalah JST dengan topologi multi-lapis (multilayer) dengan satu lapis masukan (lapis X), satu atau lebih lapis hidden atau tersembunyi (lapis Z) dan satu lapis keluaran (lapis Y). Setiap lapis memiliki neuron-neuron (unit-unit) yang dimodelkan dengan lingkaran (lihat Gambar 1). Di antara neuron pada satu lapis dengan neuron pada lapis berikutnya dihubungkan dengan model koneksi yang memiliki bobot-bobot (weights), w dan v. Lapis tersembunyi dapat memiliki bias, yang memiliki bobot sama dengan satu [1]. Continue reading “Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik (Artificial Neural Networks Backpropagation)”