Pengabdian Seorang Guru dan Selembar Sertifikat


Tulisan ini berbeda dengan tulisan-tulisan lain di blog ini, tak ada kaitannya dengan statistik dan komputasi statistik. Hanya curhatan penulis semata.

Ibuku adalah seorang guru, telah puluhan tahun mengajar di sekolah dasar, dan lebih dari setengah masa pengabdiannya mengajar kelas 1 SD. Mengajar kelas 1 SD bukanlah hal mudah, perlu kesabaran, ketelatenan, keuletan, kreatif, ketegasan sekaligus kasih sayang. Tugas yang berat, tidak semua guru bisa. Ya aku tahu itu.. karena saat usia SMP aku sudah membantu ibuku mengajar les tambahan anak-anak khususnya kelas 1 SD dalam belajar membaca dan berhitung. Berbagai metode belajar membaca telah beliau ciptakan berdasarkan pengalamannya, namun sayangnya tak ada satupun yang dituangkan dalam tulisan karena beliau beralasan tak mahir membuat karya tulis. Pengakuan.. pengakuan dari orangtua murid dan para mantan murid beliau yang menurut beliau jauh lebih penting. Tak jarang para mantan murid yang bertemu beliau, masih mencium tangan beliau.

Dulu almarhum bapakku hanyalah seorang sopir dengan penghasilan tak seberapa dan gaji ibuku sebagai seorang gurupun tak seberapa. Kadang kini selalu tersenyum mengingat masa-masa itu, ketika satu butir telur harus dibagi berempat bersama kakak-kakakku. Atau ketika harus mengintip ruang tamu tetanggaku untuk melihat jam, karena kami tak punya jam di rumah. Memang berat, namun beliau berhasil menyekolahkan anak-anaknya dengan baik, bahkan aku sampai jenjang S1. Segala keletihan beliau terbayar, saat aku, si bungsu, lulus kuliah dan langsung bekerja. Tidak.. bukan terbayar secara materi, karena aku pun hanya seorang PNS (meski tidak punya penghasilan berlimpah, namun cukup.. dan patut disyukuri, alhamdulillah), tapi dengan kebanggaan. Berbagai rintangan, hambatan telah beliau hadapi. Terlebih ketika bapakku meninggal, kemudian disusul kakak laki-lakiku beberapa tahun kemudian, yang didahului sakit yang memerlukan biaya. Saat itu aku masih di bangku sekolah.

Sebagai seorang guru tentu beliau bermimpi suatu saat akan ada perbaikan kesejahteraan guru. Ketika tunjangan sertifikasi muncul, beliau tak berkecil hati ketika syaratnya harus S1. Beliau pun tidak merasa perlu kuliah untuk mengambil S1 demi tunjangan tersebut, toh.. sebentar lagi pensiun kata beliau. Namun beliau sangat senang ketika syarat diperingan untuk guru senior, yaitu cukup mengikuti diklat selama 2 minggu. Dua bulan lalu, dua tahun menjelang pensiun, berangkatlah beliau ke Bandung untuk mengikuti diklat. Namun keadaan tak seperti diharapkan.

Keletihan dalam perjuangan hidup telah berdampak pada kesehatan beliau. Beliau memiliki berbagai penyakit kronis, diantaranya penyakit jantung, yang tak bisa membuat beliau terlalu lelah. Dan akhirnya.. beliaupun dikalahkan oleh penyakitnya. Lelah akibat perjalanan ke Bandung dan lelah mengikuti diklat beberapa hari pertama, dokter pun memutuskan ibuku tidak boleh melanjutkan diklat, jika tidak bisa berakibat fatal. Gurat kecewa bagaimanapun tak bisa disembunyikan. Mimpinya untuk bisa sekedar merasakan perbaikan kesejahteraan selama dua tahun terakhir masa pengabdiannya pun buyar. Pengabdian selama puluhan tahun, tak akan berarti tanpa selembar sertifikat.

Beliau memang kecewa, namun pengabdian belum usai, dua tahun perjalanan terakhir masih ditempuh. Beliau kembali dengan kapur dan papan tulisnya. Beliau hanya berharap kelak para penerusnya, para guru, tetap bekerja penuh pengabdian demi anak didik. Dan aku anaknya, hanya seorang laki-laki berhati kaku, yang tak bisa menunjukkan perasaannya. Hanya bisa berkata lirih, “I love you, Ma” dan aku bangga dengan pengabdianmu.

Dedicated to my beloved Mom, Ibunda Sri Hastuti.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: